Rabu, 01 November 2017

Do what you love and love what you do

A Good Start to Success is in the field of Medan Tourism Academy
Basic MTH III / 1 - A
Halo sahabat – sahabat sekalian, Perkenalkan nama saya Anissa Carolina Sirait, mahasiswi dari program studi Manajemen Tata Hidangan ( MTH III / 1 A ) . Saya akan berbagi sedikit pengalaman sebagai mahasiswi baru di Akademi Pariwisata Negeri Medan. Sebenarnya saya bukan seorang lulusan SMK Pariwisata ataupun Perhotelan, bahkan saya adalah seorang Alumnus dari SMK jurusan Teknik Informatika, kalau kata orang – orang salju ( salah jurusan ) haha. Bahkan sebagian besar dari teman – teman saya semasa SMK bertanya – tanya mengapa saya tidak meneruskan jurusan yang telah saya jalani dan tekuni selama tiga tahun. Awalnya saya merasa malu bahkan sering mengabaikan pertanyaan – pertanyaan tersebut karena tentu ada rasa minder melihat teman – teman yang menang di universitas yang dipilih nya . Sebagian dari teman – teman saya ada juga yang menganggur, ada yang telah mencoba untuk bekerja, dan ada pula yang lari jurusan seperti yang saya alami. Hehe … :D
 Namun niat saya untuk memasuki Akademi Pariwisata ini sangat besar, karena selain  peluang kerja yang besar nantinya, Sektor pariwisata di Indonesia juga merupakan salah satu sektor yang menghasilkan devisa sangat besar bagi Negara Indonesia serta dengan didukung oleh keadaan geografis, budaya, adat istiadat, sarana dan prasarana yang memadai Indonesia telah menjadi salah satu Negara tujuan pariwisata. Saya juga terinspirasi dari alumni – alumni Akademi Pariwisata Medan yang saat ini telah banyak yang bekerja di Hotel – hotel berbintang maupun Kapal Pesiar  ( Cruise Ship ) , sangat menarik bukan? .

Bagi adik – adik sekalian yang masih berada di jenjang Sekolah Menengah Atas ataupun Sekolah Menengah Kejuruan terkhusus di bidang Pariwisata / Perhotelan, mulai lah memikirkan ke mana adik – adik akan melanjutkan jenjang perkuliahan. Di Akademi Pariwisata Medan terdapat dua jurusan dan dibagi ke dalam Program Studi masing – masing, yaitu
·         PARIWISATA
            Ø   Manajemen Usaha Perjalanan ( MUP )
            Ø   Manajemen Perencanaan & Pemasaran Pariwisata ( MPPP )
·         PERHOTELAN
            Ø   Manajemen Tata Boga ( MTB )
            Ø   Manajemen Divisi Kamar ( MDK )
            Ø   Manajemen Tata Hidangan ( MTH )
            Ø   Manajemen Patiseri ( MPI )
Terkadang sebagian  orang memiliki mindset yang berbeda, ada orang yang beranggapan bahwa seorang hotelier memiliki image yang tidak baik. Eitss ,,, DON’T JUDGE THE BOOK BY THE COVER . Menurut saya, setiap jurusan itu memiliki keunikan, kelebihan ataupun kekurangan, serta tingkat kesulitan  masing – masing yang berbeda . Dimana Akademi Pariwisata Medan ini akan menciptakan mahasiswa – mahasiswi yang “ Smart, Characteristic, dan Profesional “ di bidang nya .

Medan Tourism Academy
Saat hari pertama memasuki perkuliahan, dimana para mahasiswa - mahasiswi baru akan bergabung di dunia yang disebut dengan MTH ( Manajemen Tata Hidangan ),  bagaikan kertas kosong yang harus diisi dan dimulai dari nol . Tiba di kampus, suasana hati berubah menjadi senang bercampur rasa takut, berusaha menenangkan diri dan mengapa harus takut, ini bukanlah sebuah neraka. Bagi teman - teman semua yang bakal masuk kuliah, tentu pernah merasakan jadi anak baru di SMP maupun SMA bukan? Pasti ada perasaan girang, penasaran bercampur rasa takut, dan rada – rada malu. Kita juga harus mampu beradaptasi dengan lingkungan baru serta orang – orang baru yang ada di sekitar. Berbaur dengan orang – orang yang beragam suku, agama, maupun bahasa. Di kampus ini lah kita menemukan keberagaman Indonesia yang sebenarnya.
Nah, berbicara tentang Manajemen Tata Hidangan, mungkin sebagian orang belum tau apa itu Tata Hidangan . Tata hidangan adalah suatu tata cara menghidangkan makanan ataupun minuman kepada tamu dengan multi pelayanan seperti keramahan, kecepatan dan juga ketelitian dalam melayani tamu sehingga tamu dapat merasakan pelayanan yang prima. Saat menghidangkan diperlukan perhatian yang fokus karena kita langsung berhadapan dengan tamu ( eye contact )  dan juga gambaran baik buruknya kinerja restaurant akan sangat terlihat dari caranya memberikan pelayanan terhadap para tamu .
Hari pertama perkuliahan, “ Nataboan Restaurant ” adalah tempat pertama kali kami menginjakkan kaki di mana ruangan itu lah yang akan menjadi tempat belajar dan mengasah sikap, kemampuan dan pengetahuan kami . seluruh mahasiswa / i baru dibagi ke dalam dua kelas yaitu MTH III / 1 - A dan MTH III / 1 -B dimana saya termasuk dalam kelas MTH III / 1 - A. Saat itu juga kami harus saling mengenal satu sama lain termasuk Dosen pembimbing dan para senior yang akan mendampingi kami selama operasional di “ Nataboan Restoran ini “ . Sesuai dengan ketentuan yang ada, Kelas yang akan praktik pada minggu pertama adalah kelas MTH III / 1 - A. Sebagian dari mahasiswa / i tentu merasa canggung karena tidak semua mahasiswa / i  berasal dari SMK Pariwisata ataupun Perhotelan.  Sebagian mahasiswa / i yang berasal dari SMA maupun SMK yang berbeda seperti saya akan memulai dari nol, akan tetapi itu bukanlah sebuah hambatan. Jika kita mencintai program studi yang kita pilih, maka kita akan mampu menjiwai jurusan tersebut.



Di awal praktik atau biasa disebut “ in charge ”, mahasiswa / i hanya diperkenalkan dengan restoran dan segala peralatan yang ada di “ Nataboan Restoran “ , mulai dari bar equipment , chinaware , glassware , silverware , stationary serta cleaning equipment . Pada in charge selanjutnya baru lah dimulai operasional yang sebenarnya. SOP ( Standard Operational Prochedure ) adalah sebuah urutan atau langkah – langkah kerja yang akan menjadi penuntun seorang pramusaji dalam operasional di restoran tersebut dan biasanya S O P di setiap Hotel / Restoran pasti berbeda - beda . Sedikit demi sedikit kami belajar untuk mengikuti langkah – langkah dari S O P yang diberikan . Di awal in charge tentu masih ada banyak kekurangan , karena masih permulaan . Akan tetapi hari demi hari operasional di “ Nataboan Restoran “ semakin berjalan dengan baik. Karena segala sesuatu yang dilakukan secara rutin dan giat, sesulit apa pun pasti kita mampu melakukan nya .
Sebagai mahasiswa / i baru, terkadang ada juga orang – orang yang masih bingung dalam mengambil pekerjaan apa yang hendak ia lakukan, karena sebagian belum tahu pekerjaan apa saja yang harus dikerjakan terlebih dahulu , seperti :
a.   Kurang percaya diri saat berkomunikasi dengan tamu
b.   Sulit beradaptasi dengan suasana kerja yang baru
c.   Kurang memiliki inisiatif kerja
d.   Kurang cekatan dan teliti saat bekerja.
e.  Belum mengetahui kerja sama tim ( Team Work )
f.   kurangnya speedity ( Lambat melakukan sesuatu )
g.  S O P ( Standard Operational Procedure ) kurang berurutan

       Adapun pemecahan yang mungkin untuk menyelesaikan hambatan tersebut, antara lain:
a.   Lebih berkonsentrasi dalam memperhatikan cara kerja senior
b.   Menanyakan semua hal- hal yang belum jelas atau kurang dipahami
c.   Belajar Bahasa Inggris lebih giat lagi
d.   Memahami semua karakter- karakter senior
e.   Mengikuti standar yang ada
f.    Lebih berkonsentrasi saat melayani tamu agar bisa mengetahui kebutuhan - kebutuhan                        para tamu tanpa harus diberi tahu terlebih dahulu
g.   Melatih diri lebih giat lagi agar mampu bekerja dengan cekatan dan teliti
h.   Melatih kecepatan
i.    Mengasah  team work
Pada saat operasional, kami dibimbing oleh Supervisor ( Middle Senior ) dan Manajer ( Upper Senior ) layaknya di restoran sesungguh nya. Pada saat operasional berjalan, mereka bersikap tegas dan bila ada seseorang dari kami yang melakukan kesalahan di situlah mental kami dilatih, punishment yang harus kami jalani untuk melatih mental dan fisik kami. Satu orang melakukan kesalahan, maka semua akan merasakan punishment ( hukuman ) yang sama. Ada juga hukuman yang diberikan untuk menambah knowledge ( pengetahuan ) kami.

Selain praktik ( in charge ), kami juga belajar teori layaknya mahasiswa. Mata kuliah yang diajarkan pada saat teori adalah sebagai berikut :
ü  Psikologi Pelayanan
ü  Hygiene, Sanitasi dan Keselamatan Kerja
ü  Operasional Restoran
ü  Operasional Bar
ü  Penghantar Pariwisata dan Perhotelan
ü  Peralatan Restoran ( Stewarding )
ü  Pengetahuan Menu ( Menu Knowledge )
ü  Bahasa Inggris
ü  Pancasila
Semua mata kuliah yang dipelajari tentu nya memiliki hubungan dengan kegiatan yang dilakukan saat in charge di “ NATABOAN RESTORAN “ salah satu nya psikologi pelayanan. Psikologi pelayanan sangat erat kaitan nya dengan Manajemen Tata Hidangan, dimana setiap tamu yang datang ke sebuah restoran tentu dalam keadaan atau kondisi lapar dan cenderung memiliki emosi yang tidak terkontrol. Pada saat tamu datang ke restoran kita, maka kita ( seorang pramusaji ) harus mampu memberikan pelayanan yang prima sehingga tamu merasa puas.
Tidak kalah penting dengan mata kuliah Hygiene, Sanitasi dan Keselamatan kerja, yang berbaur dengan makanan dan minuman tentu harus terjamin kebersihan dan kesehatan nya. Penampilan seorang waiter juga akan berpengaruh kepada tamu dimana saat seorang waiter berpenampilan kurang rapi atau pun kurang bersih. Seorang waiter juga harus selalu bersikap ramah dan selalu tersenyum karena itu adalah sebuah nilai plus yang dilihat oleh seorang tamu, mereka akan merasa lebih dihargai.





                         

                                 


Dosen Pembimbing, supervisor dan Manajer


Di Akademi Pariwisata Medan ini juga kita ditekankan untuk berbicara menggunakan bahasa inggris, karena bahasa inggris akan menjadi pondasi dan bekal yang akan kita bawa ke real industri nantin nya . Untuk bidang pariwisata, bahasa inggris sangat ditekankan karena yang dinamakan pariwisata tentu dilakukan oleh seorang wisatawan baik itu wisatawan lokal maupun mancanegara yang dominan wisatawan cenderung menggunakan bahasa Internasional yaitu bahasa inggris. Sama hal nya dengan jurusan perhotelan, di hotel berbintang bukan hanya tamu lokal yang menginap, melainkan tamu mancanegara pun banyak . Maka dari itu, ilmu di Akademi Pariwisata ini banyak bukan hanya belajar tentang seputar jurusan yang kita pilih, pengetahuan umum yang ada di program studi lain pun harus dapat kita kuasai.
Kuliah di Akademi Pariwisata Medan juga memiliki keuntungan yang sangat besar, karena selain bisa bekerja di hotel – hotel berbintang maupun kapal pesiar ( cruise ship ) , bisa juga bekerja di bank, marketing dan sebagainya dengan bermodalkan bahasa inggris, dan tentunya setiap apa yang ingin kita capai  harus dibarengi dengan tekad dan keyakinan yang kuat.
Pada Semester tiga atau semester empat, itu adalah saat dimana mahasiswa / i akan dihadapkan pada industri ( dunia kerja yang sebenarnya ). Masa training yang biasa disebut P K N ( Praktek Kerja Nyata ). Semua yang telah dipelajari selama satu tahun di Akademi Pariwisata Medan akan terlaksana di industri yang telah ditentukan. Mahasiswa / i melakukan Praktek Kerja Nyata di hotel – hotel berbintang empat ke atas seperti “ ritz carlton – Bali “ , “ Swiss Bel Harbour Bay – Batam “ , “ Correlate – Jakarta (Chef Juna) “ , “ Novotel – Bangka Belitung “ , “ Club Med – Bali “ , “ Pullman – Jakarta “ , “ Montigo – Batam “ , “ Sheraton – Bandung “ dan masih banyak lagi. Terkhusus tahun ajaran ini, Akademi Pariwisata Medan akan berencana mengadakan  kerja sama dengan hotel – hotel di luar negeri salah satunya dubai. Intinya , dimana pun kita akan ditempatkan PKN nantinya jangan pernah mengeluh, karena semua hotel memiliki standard yang berbeda – beda, kita hanya follow the rule ( mengikuti langkah – langkah ) yang sudah menjadi ketetapan . Kebetulan saya masih Basic dan belum memiliki pengalaman yang banyak di Akademi Pariwisata Medan ini. Saya kira cukup sekian yang dapat saya sampaikan, sampai jumpa di artikel selanjutnya. Terima kasih.

“ Bersyukur dan berterima kasihlah kepada kedua orang tua anda karena berkat mereka anda bisa menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi yaitu perkuliahan. Jadi, tidak ada lagi alasan buat anda untuk bermalas-malasan dalam belajar, kita harus menekuni dan menjiwai jurusan yang kita miliki agar bisa kita jadikan sebagai bekal kesuksesan di masa yang akan datang “.

“ DO WHAT YOU LOVE AND LOVE WHAT YOU DO “

“ Real SUCCESS is determined by two factors. First is faith and second is action “.

*** SALAM PESONA INDONESIA ***

#diesnatalisakparmedan26
#medantourismacademy
+AKPAR Medan +Akpar Medan
By :  Anissa Carolina Sirait
        MTH III / 1-A




Rabu, 25 Oktober 2017

siapa bilang ospek itu hanya sebuah formalitas?


AKPAR Negeri Medan membangun mahasiswa/i smart, characteristic, and professional  melalui PSDP

psdp
Latihan Dasar Fisik dan Disiplin

Emotional Spiritual Quotion


Pada tanggal 31 Juli 2017, itu adalah awal dimulai nya kegiatan yang disebut dengan PSDP (Pelatihan Sikap Dasar Profesi). PSDP merupakan kegiatan wajib untuk mahasiswa baru Akademi Pariwisata Negeri Medan untuk menjadi mahasiswa yang professional di bidang hospitality dan  tourism. Itu adalah proses perjuangan yang cukup memacu kedisiplinan, kesabaran, ketekunan, serta keikhlasan hati. Tema PSDP tahun ini adalah “SMART, CHARACTERISTIC And PROFESSIONAL”
Dua hari sebelum PSDP, calon mahasiswa/i diarahan untuk datang ke kampus karena akan ada pembagian pleton. Ada dua belas pleton atau biasa disebut kelompok, dan saya masuk pada pleton enam. Pada saat itu saya tidak memiliki teman, maka saya harus berbaur dan menyesuaikan diri  dengan mereka.
Pada hari itu juga peraturan demi peraturan dibacakan. Mulai dari kehadiran tepat waktu, pakaian yang ditentukan (baju, celana ,sepatu, topi), membawa perlengkapan makan dan minum, perlengkapan ibadah, obat – obatan pribadi, air mineral, alat tulis, dan tidak diperbolehkan membawa barang – barang berharga. Di saat itu dosen dan panitia menjuluki kami sebagai CaMa – CaMi yang artinya Calon Mahasiswa dan Calon Mahasiswi. Dikatakan CaMa – CaMi karena kami belum disahkan sebagai mahasiswa/i. Kami juga memiliki salam PSDP yaitu “Saya AKPAR MEDAN, Saya Pancasila, Saya Indonesia”.  Setelah peraturan dan arahan selesai dibacakan kami kembali ke rumah masing-masing dan mempersiapkan segala sesuatu yang sudah ditentukan.
Kegiatan PSDP (Pelatihan Sikap Dasar Profesi) dibagi dalam tiga bagian, mulai dari LDFD (Latihan Dasar Fisik dan DIsiplin), ESQ (Emotional Spiritual Quotion),  sampai pada PMSP (Pembinaan Mental, Sikap, dan Profesi).
* LDFD (Latihan Dasar Fisik dan Disiplin)
Kegiatan yang kami jalani selama dua hari di tengah lapangan yang dikelilingi pepohonan serta berganti terik matahari inilah yang melatih mental kami. Sesuai dengan namanya, kegiatan ini berhubungan dengan fisik dan melatih kedisiplinan. Pukul 7.00 kegiatan sudah dimulai, semua CaMa - CaMi melakukan absensi, kemudian berbaris sesuai dengan pleton yang telah ditentukan. Setelah absen dilaksanakan, CaMa – CaMi diarahkan untuk apel pagi bersama para dosen dan panitia Pelatihan Sikap Dasar Profesi. Sebagai penyambutan CaMa – CaMi dan langkah awal memulai PSDP, ada acara pelepasan balon dan burung merpati ke angkasa yang dilakukan oleh Direktur dan para Dosen. Penyambutan itu sungguh meriah dan membuat semangat kami berkobar.
Pelepasan balon dan burung merpati ke angkasa
 Pagi itu cukup indah untuk menyapa suasana hati saya dalam mengikuti hal baru, hari baru, serta kegiatan baru di cuaca panas. Tetapi, karena saya adalah calon mahasiswi dari AKPAR MEDAN, jadi saya hanya perlu mengikuti peraturan, perintah serta arahan yang diberikan. CaMa-CaMi diserahkan kepada tentara - tentara yang sudah ditetapkan untuk melatih fisik dan mental kami. Kami diajar dan dilatih dengan cara mereka sendiri, mulai dari PBB (Peraturan baris – berbaris), serta melatih fisik kami supaya lebih kuat lagi. Seluruh bapak tentara sungguh bersemangat membimbing, begitu pula dengan CaMa – CaMi yang semangat walau di tengah terik mentari.
"Tiaraappppppp !!!!! berguling kekanannn !!!! jongkok !!! berdiri!!!  dalam hitungan ke 5 harus sudah menyentuh pohon !!! kembali ke barisan semula". Hal - hal semacam itu lah yang mereka lakukan untuk melatih kami di kampus ini. Hari - hari itu pun dilalui cukup melelahkan, karena membuat fisik kami pegal – pegal, akan tetapi itu akan sangat berguna nantinya untuk ketahanan tubuh. Tidak hanya melatih fisik, dalam hal ini para peserta juga diharuskan kerja sama antar tim atau biasa disebut dengan “team work” dalam menghadapi tantangan yang diberikan pembina LDFD (tentara). Kegiatan itu berlangsung selama dua hari dan diharuskan memakai pakaian hitam putih (baju putih berlogo AKPAR MEDAN dan celana training berwarna hitam) serta mengenakan sepatu sport berwarna hitam, awalnya dalam peraturan yang sudah dibagikan dalam selebaran kertas kemarin tidak diharuskan memakai sepatu berwarna hitam, akan tetapi peraturan hanya dapat di ubah oleh panitia. Kami pun harus memakai sesuai dengan perubahan yang telah dibuat. Kebetulan saya tidak memiliki sepatu berwarna hitam, maka saat itu juga saya harus berusaha semaksimal mungkin agar saya bisa mendapatkan sepatu sport hitam tersebut.
Saya mencari ke segala sudut (yang pasti bukan sudut kost) namun tidak ada, saya ingin membelinya namun harganya mahal, kemudian saya jenuh dan menanyakannya pada rumput yang bergoyang namun tidak ada jawaban yang keluar, akhirnya suatu ilham terbesit di kepala yang berdiameter tak seberapa ini, saya memiliki sepatu sport namun tidak berwarna hitam, saya pun berpikir untuk mengubah takdir hidup sepatu tersebut untuk beberapa waktu yaitu melakukan aksi filox (warna)  dan kemudian  jadilah sepatu yang diinginkan panitia. :D
Hari hari pun berlalu, orang orang yang memakai baju hijau loreng  itupun selesai membina CaMa - CaMi, LDFD telah berhasil saya lalui. Seluruh CaMa – CaMi berfoto bersama para tentara Pembina dan menyalam mereka. Kemudian para tentara itu memindah tanganinya kembali ke panitia PSDP.
 
* ESQ (Emotional Spiritual Quotion)
Ini adalah hari ketiga kami mengikuti PSDP, kami diajarkan tentang Attitude (sikap), Skill (kemampuan), dan Knowledge (pengetahuan). AKPAR MEDAN adalah salah satu jenjang perkuliahan yang menjunjung tinggi attitude seorang mahasiswa, tidak hanya mahasiswa/i melainkan para dosen dan karyawan lainnya. Karena, jika seseorang memiliki pengetahuan yang luas dan skill yang tinggi semuanya akan sia – sia jika tidak dibarengi dengan attitude yang baik. Oleh karena itu, AKPAR MEDAN ingin menciptakan mahasiswa/i yang memiliki pengetahuan yang luas, skill yang tinggi serta attitude yang tidak kalah penting, sehingga mahasiswa/i ditekankan untuk memprioritaskan attitude.
Tidak hanya hal tersebut, ESQ juga mengarahkan mahasiswa/i untuk mengingat orangtua masing – masing, di mana mereka berada, apa yang sedang mereka lakukan, apakah mereka sedang bekerja di terik matahari dan hujan demi anak – anaknya. Seketika alunan musik yang berjudul “Bunda” beralun dengan lembut membuat orang – orang yang berada di ruangan itu menghayati lagu itu lebih dalam lagi seakan – akan membawa suasana bahwa kita sedang bersama orang tua kita. Seketika mata tak mampu lagi membendung air mata sehingga ruangan yang disebut dome itu dipenuhi dengan isak tangis para calon mahasiswa/i.

*  PMSP ( Pelatihan Mental, Sikap, dan Profesi)
Satu hari sebelum PMSP peraturan dan kelompok yang baru pun dibagikan. Tas yang terbuat dari  karung beras bertalikan sumbu kompor akan menggantikan ransel yang kami gunakan, topi pandan,  plastik kresek, minuman kaleng, bola pingpong, sendok besi, itulah bahan – bahan yang dibutuhkan di hari keempat PSDP.
Hari keempat yang kami jalani dalam masa PSDP, CaMa – CaMi dipandu oleh senior untuk senam pagi, seorang dari teman kami memandu senam pada pagi itu. Setelah senam berakhir, kami mendengarkan arahan selanjutnya dari panitia. Kami mendengarkan arahan dari Bapak Alexander selaku Direktur baru di AKPAR Medan. Setelah Bapak Direktur selesai memberikan arahan, CaMa – CaMi menyampaikan salam PMSP dengan lirik :
“Akpar Medan,, Akpar Medan, Akpar Medan Kampusku
Tempat ku belajar dan menuntut ilmu
Demi Akpar Medan kami bangun pagi
Tidak lupa mandi pakai minyak wangi
Soal penampilan itu sudah pasti
Soal setia kawan itu harga mati.
HORAS !!! NJUAH – JUAH !!! YAHOWU !!! AHOY !!!  (menjulurkan lidah)
Awalnya, saya merasa lebih rileks dan tidak terlalu khawatir dengan PMSP ini karena saya juga pernah menjadi seorang Panitia MOS (Masa Orientasi Siswa) di jenjang SMA dan telah melewati dua tahap PSDP yaitu LDFD dan ESQ. Ternyata apa yang kami pikirkan tidak sesuai dengan kenyataan. “Mulai Hari ini hak anda semua dicabuuutttt!!!!” tegas panitia. Panitia mencabut hak kami dan diambil alih oleh para senior yang menjadi panitia PSDP. CaMa – CaMi siap untuk dibina oleh kakak dan abang senior, tiba-tiba, “tundukkkkkk tundukkkkkkk!!!!”  Teriakan demi teriakan dari puluhan senior, bunyi dari pukulan kaleng dan botol mineral bekas terngiang tak beraturan di telinga, bentakan demi bentakan di lontarkan untuk melatih mental kami yang belum seberapa yang sering di sebut dengan mental  tempe.
Cama - CaMi digolongkan sesuai kelompok baru yang telah dibagikan sehari sebelum PMSP, “Labuhan Bajo” adalah nama kelompok yang saya tempati, tentu saya harus berbaur dan menyesuaikan diri dengan mereka.  
Hari – hari pun harus kami lalui dengan kesabaran serta keiklasan yang cukup mendalam, karena di gerogoti dengan kata - kata tajam yang menusuk dan kadang membekas di  hati. Selama tiga hari PMSP  berturut – turut CaMa – CaMi ditugaskan untuk mencari bahan – bahan yang sulit untuk ditemukan dan kami tidak mengerti untuk apa bahan – bahan itu digunakan, walaupun pulang sore kami harus tetap mencari bahan – bahan yang ditugaskan panitia, kebetulan saya dan teman satu kos dengan saya tinggal di daerah pancing, karena bahan sulit ditemukan kami mencari ke daerah – daerah yang lumayan jauh tanpa memikirkan untuk pulang yang penting bahan - bahan yang dicari tercapai dan akhirnya kami menemukannya juga, karena jika bahan tidak lengkap akan mendapatkan punishment (hukuman). Tetapi walau begitu, panitia hanya melihat perjuangan dan team work dari setiap calon mahasiswa/i.
Setelah menemukan apa yang dicari walau pun ada sebagian kecil yang tidak sesuai dengan yang ditugaskan, kami pulang tanpa melihat waktu sehingga terkadang jam tidur pun berkurang. Hal ini mengajarkan kami untuk melakukan sesuatu hal dengan iklas dan tidak mudah putus asa.
Tidak hanya perjuangan dalam hal - hal tersebut, setiap harinya juga kami harus sampai di kampus sebelum pukul 07.00. Namun jika kita datang lebih awal ke kampus, di situ lah saatnya kita dapat beristirahat sejenak. Tidur telentang dan menikmati alunan musik sembari menunggu CaMa – CaMi yang belum hadir adalah suatu kesempatan yang sungguh berharga saat itu. Akan tetapi, surga itu tidak berlangsung lama yang kemudian berubah bagaikan neraka lagi. “Berdiri, jongkok, telentang, jongkok, berdiri” teriak panitia. Hal – hal seperti inilah yang menjadi sebagian dari senam pagi setiap harinya.
“Goyang goyang goyang,,,
Goyang kiri kanan
Kalau tidak goyang nanti
 bisa masuk angin sayang”
Lagu diatas adalah lagu yang dinyanyikan dalam posisi duduk, menyilang tangan di telinga sambil bergoyang ke kiri dan ke kanan. Bukan hanya lelah dan bosan, bahkan mata kaki pun hitam akibat goyang ke kiri dan ke kanan (hehehe).
Waktunya makan siang, CaMa - CaMi hanya ditugaskan membawa peralatan makan saja (sendok, piring plastik, cup aqua) karena makanan dan minuman disediakan oleh panitia. Namanya juga makan siang pasti rasanya nikmat, karena disitulah kita beristirahat sejenak tanpa siksaan dan untuk memulihkan kembali tenaga yang telah terkuras. “Yang membawa peralatan makan angkat ke atas!” tegas para panitia, sembari para panitia memeriksa peralatan makan tangan pun pegal. Peralatan makan yang tidak sesuai dengan yang ditentukan pun langsung ditahan dan pastinya mereka mendapatkan hukuman. Setelah menikmati makan siang, CaMa – CaMi beristirahat sejenak kurang lebih tiga puluh menit. Selepas istirahat kami diarahkan untuk beribadah, bagi kaum muslim diarahkan ke mesjid.
Kembali beraktivitas, CaMa – CaMi duduk sesuai kelompok masing – masing, kembali bergoyang dan sesekali disuruh meminum aqua sampai akhirnya dua botol aqua pun habis. Berbagai games dan gerakan yang membuat tubuh semakin lelah tetapi akan semakin seru jika dinikmati dan dengan adanya tem work (kerja sama tim) yang baik. “Tunjuk lantai, berputar, terus berputar” tegas panitia. Itu adalah suatu hal yang sangat menyebalkan, saat berputar sambil menunjuk lantai keringat bercucuran dan kepala terasa pusing. Ingin berkata – kata tetapi apa boleh buat, ini hanyalah sebuah tantangan untuk melatih fisik dan mental. Ingin rasanyat hal itu cepat - cepat berlalu dan menjadikannya sebuah kengangan yang tak terlupakan dan tidak ingin terulang kembali.
Hal seperti itulah yang kami lalui dengan penuh perjuangan selama satu minggu. Sampai akhirnya tibalah hari terakhir pada tanggal 5 Agustus 2017. Perasaan lebih baik dari hari – hari sebelumnya karena ini adalah hari terakhir untuk mengikuti PSDP. Kegiatan yang dilakukan sama seperti hari – hari sebelumnya, akan tetapi ada yang special Karena salah seorang dari dosen sedang berulang tahun pada hari itu. Kami merayakan acara ulang tahun ibu dosen tersebut dengan menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Setiap CaMa – CaMi diberikan satu potong pudding oleh panitia, aroma dari puding yang membuat tidak sabar untuk menyantapnya. “1..2..3.. silahkan dimakan pudingnya” dan akhirnya zonk. Puding yang aromanya sedap ternyata memiliki rasa yang sungguh tidak enak. Awalnya saya sudah menduga bahwa pudding tersebut tidak enak, maka saya memakannya tanpa mengunyah sedikitpun ( langsung ditelan ), akan tetapi teman – teman saya yang lain kesusahan untuk menelan puding yang sebesar tahu tersebut.
Ada makanan tentunya ada minuman juga, CaMa – CaMi dibagikan minuman berwarna air keruh yang sama sekali tidak menarik. Rasa pahit dari puding semakin terasa di lidah dan tanpa berpikir kami langsung meminum air yang dibagikan kepada setiap CaMa – CaMi, ternyata sama saja rasanya pahit. Akan tetapi, itu hanyalah minuman penambah daya tahan tubuh.
Kegiatan – demi kegiatan telah kami lalui sehingga sampailah pada penghujung acara. Ada sesuatu yang janggal karena panitia mengumumkan bahwa kegiatan PSDP ditambah satu hari yaitu pada hari minggu. Tugas yang diberikan pun lebih berat lagi seperti mencari durian sebanyak sepuluh kilogram, kepiting betina, kelapa dan jambu mente yang dicangkok, berfoto di latar hotel. Semua CaMa – CaMi terkejut mendengar hal itu.
Seketika Bapak Alexander Reyaan, MM selaku Direktur memberikan arahan kepada CaMa – CaMi AKPAR MEDAN. Beliau mengatakan bahwa CaMa – CaMi telah disahkan sebagai Mahasiswa dan Mahasiswi AKPAR MEDAN Tahun Ajaran 2017/2018.
Keadaan seketika berubah drastis, karena pengumuman tak terduga yang disampaikan tadi hanya dilakukan sebagai surprice. Sebagai penutupan seluruh mahasiswa/i membuat acara api unggun di malam hari itu diikuti dengan musik yang meriah.

     Kesimpulan :
Dari Pengalaman diatas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa kegiatan tersebut bukanlah sekedar formalitas, namun sangat mempunyai manfaat yang besar nantinya bagi setiap mahasiswa. Seperti meningkatkan kedisiplinan kerja, disiplin waktu, meningkatkan mental, membangun sikap (attitude) yang baik, meningkatkan kemampuan (skill) dan pengetahuan (knowledge) setiap mahasiswa sebagai bekal kesuksesan di masa depan. Skill, Knowledge dan Attitude harus sejalan, karena skill dan knowledge tanpa attitude sama dengan nol. Namun perlu diingat, segala sesuatu akan berjalan dengan lancar saat kita mengutamakan attitude. 

Salam hangat dari penulis
Anissa Carolina Sirait
MTH III/1A

      #diesnatalisakparmedan26
       
     

Do what you love and love what you do

A Good Start to Success is in the field of Medan Tourism Academy Basic MTH III / 1 - A Halo sahabat – sahabat sekalian, Perkenalk...