AKPAR Negeri Medan membangun mahasiswa/i smart, characteristic, and professional melalui PSDP
![]() |
| Latihan Dasar Fisik dan Disiplin |
![]() |
| Emotional Spiritual Quotion |
Pada tanggal 31 Juli 2017, itu adalah awal dimulai
nya kegiatan yang disebut dengan PSDP (Pelatihan Sikap Dasar Profesi). PSDP merupakan
kegiatan wajib untuk mahasiswa baru Akademi Pariwisata Negeri Medan untuk menjadi mahasiswa yang
professional di bidang hospitality dan
tourism. Itu adalah proses perjuangan
yang cukup memacu kedisiplinan, kesabaran, ketekunan, serta keikhlasan hati. Tema
PSDP tahun ini adalah “SMART, CHARACTERISTIC And PROFESSIONAL”
Dua hari sebelum PSDP, calon mahasiswa/i diarahan
untuk datang ke kampus karena akan ada pembagian pleton. Ada dua belas pleton
atau biasa disebut kelompok, dan saya masuk pada pleton enam. Pada saat itu
saya tidak memiliki teman, maka saya harus berbaur dan menyesuaikan diri dengan mereka.
Pada hari itu juga peraturan demi peraturan dibacakan.
Mulai dari kehadiran tepat waktu, pakaian yang ditentukan (baju, celana ,sepatu,
topi), membawa perlengkapan makan dan minum, perlengkapan ibadah, obat – obatan
pribadi, air mineral, alat tulis, dan tidak diperbolehkan membawa barang – barang
berharga. Di saat itu dosen dan panitia menjuluki kami sebagai CaMa – CaMi yang
artinya Calon Mahasiswa dan Calon Mahasiswi. Dikatakan CaMa – CaMi karena kami
belum disahkan sebagai mahasiswa/i. Kami juga memiliki salam PSDP yaitu “Saya
AKPAR MEDAN, Saya Pancasila, Saya Indonesia”. Setelah peraturan dan arahan selesai dibacakan
kami kembali ke rumah masing-masing dan mempersiapkan segala sesuatu yang sudah
ditentukan.
Kegiatan PSDP (Pelatihan Sikap Dasar Profesi) dibagi dalam tiga bagian, mulai
dari LDFD (Latihan Dasar Fisik dan DIsiplin), ESQ (Emotional Spiritual Quotion), sampai pada PMSP (Pembinaan Mental, Sikap, dan
Profesi).
* LDFD (Latihan Dasar Fisik dan
Disiplin)
Kegiatan yang kami jalani selama dua hari di tengah lapangan
yang dikelilingi pepohonan serta berganti terik matahari inilah yang melatih
mental kami. Sesuai dengan namanya, kegiatan ini berhubungan dengan fisik dan
melatih kedisiplinan. Pukul 7.00 kegiatan sudah dimulai, semua CaMa - CaMi melakukan absensi, kemudian berbaris sesuai
dengan pleton yang telah ditentukan. Setelah absen dilaksanakan, CaMa – CaMi
diarahkan untuk apel pagi bersama para dosen dan panitia Pelatihan Sikap Dasar Profesi.
Sebagai penyambutan CaMa – CaMi dan langkah awal memulai PSDP, ada acara
pelepasan balon dan burung merpati ke angkasa yang dilakukan oleh Direktur dan para Dosen.
Penyambutan itu sungguh meriah dan membuat semangat kami berkobar.
Pagi itu cukup indah untuk menyapa suasana hati saya
dalam mengikuti
hal baru, hari baru, serta kegiatan baru di cuaca panas. Tetapi, karena saya
adalah calon mahasiswi
dari AKPAR MEDAN, jadi
saya hanya perlu mengikuti peraturan, perintah serta arahan yang diberikan. CaMa-CaMi
diserahkan
kepada tentara - tentara
yang
sudah ditetapkan untuk melatih fisik dan mental kami. Kami
diajar dan dilatih
dengan cara mereka sendiri, mulai dari PBB (Peraturan baris – berbaris), serta melatih fisik kami
supaya lebih kuat lagi. Seluruh bapak tentara sungguh bersemangat
membimbing, begitu pula dengan CaMa – CaMi yang semangat walau di tengah terik
mentari.
![]() |
| Pelepasan balon dan burung merpati ke angkasa |
"Tiaraappppppp !!!!! berguling kekanannn !!!! jongkok !!! berdiri!!! dalam hitungan ke 5 harus sudah menyentuh pohon !!! kembali
ke barisan semula". Hal - hal semacam itu lah yang mereka lakukan untuk melatih kami di kampus ini. Hari - hari itu pun dilalui cukup melelahkan, karena membuat fisik kami pegal – pegal, akan tetapi itu akan sangat berguna nantinya
untuk ketahanan tubuh. Tidak
hanya melatih fisik, dalam
hal ini para peserta juga
diharuskan kerja sama
antar tim
atau biasa disebut dengan “team
work” dalam
menghadapi
tantangan yang diberikan pembina LDFD (tentara). Kegiatan itu berlangsung selama dua hari dan diharuskan memakai
pakaian hitam putih (baju
putih berlogo AKPAR MEDAN dan celana training berwarna hitam) serta mengenakan sepatu sport berwarna hitam, awalnya dalam peraturan yang
sudah dibagikan dalam selebaran kertas kemarin tidak diharuskan memakai sepatu berwarna
hitam, akan
tetapi peraturan hanya dapat di ubah oleh panitia.
Kami pun
harus memakai sesuai dengan perubahan yang telah dibuat. Kebetulan saya tidak memiliki sepatu berwarna hitam, maka saat itu
juga saya harus berusaha semaksimal
mungkin agar
saya bisa mendapatkan sepatu sport
hitam tersebut.
Saya
mencari ke segala
sudut (yang pasti bukan sudut
kost) namun
tidak ada, saya ingin membelinya namun harganya
mahal, kemudian
saya jenuh dan menanyakannya pada rumput yang bergoyang namun tidak ada jawaban yang keluar, akhirnya suatu ilham terbesit di kepala yang berdiameter tak
seberapa ini, saya memiliki sepatu
sport namun tidak berwarna
hitam,
saya pun
berpikir untuk mengubah takdir hidup sepatu tersebut untuk beberapa waktu yaitu
melakukan aksi filox (warna) dan kemudian jadilah sepatu yang diinginkan panitia. :D
Hari hari pun berlalu, orang orang yang memakai
baju hijau loreng itupun selesai membina CaMa -
CaMi, LDFD
telah berhasil saya lalui. Seluruh CaMa – CaMi berfoto bersama para tentara
Pembina dan menyalam mereka. Kemudian
para tentara itu memindah tanganinya kembali ke panitia PSDP.
* ESQ (Emotional Spiritual Quotion)
Ini
adalah hari ketiga kami mengikuti PSDP, kami diajarkan tentang Attitude (sikap),
Skill (kemampuan), dan Knowledge (pengetahuan). AKPAR MEDAN adalah salah satu
jenjang perkuliahan yang menjunjung tinggi attitude seorang mahasiswa, tidak
hanya mahasiswa/i melainkan para dosen dan karyawan lainnya. Karena, jika seseorang
memiliki pengetahuan yang luas dan skill yang tinggi semuanya akan sia – sia
jika tidak dibarengi dengan attitude yang baik. Oleh karena itu, AKPAR MEDAN
ingin menciptakan mahasiswa/i yang memiliki pengetahuan yang luas, skill yang
tinggi serta attitude yang tidak kalah penting, sehingga mahasiswa/i ditekankan
untuk memprioritaskan attitude.
Tidak
hanya hal tersebut, ESQ juga mengarahkan mahasiswa/i untuk mengingat orangtua
masing – masing, di mana mereka berada, apa yang sedang mereka lakukan, apakah
mereka sedang bekerja di terik matahari dan hujan demi anak – anaknya. Seketika
alunan musik yang berjudul “Bunda” beralun dengan lembut membuat orang – orang
yang berada di ruangan itu menghayati lagu itu lebih dalam lagi seakan – akan
membawa suasana bahwa kita sedang bersama orang tua kita. Seketika mata tak
mampu lagi membendung air mata sehingga ruangan yang disebut dome itu dipenuhi
dengan isak tangis para calon mahasiswa/i.
*
PMSP ( Pelatihan Mental, Sikap,
dan Profesi)
Satu hari
sebelum PMSP peraturan dan kelompok yang baru pun dibagikan. Tas yang terbuat
dari karung beras bertalikan sumbu
kompor akan menggantikan ransel yang kami gunakan, topi pandan, plastik kresek, minuman kaleng, bola
pingpong, sendok besi, itulah bahan – bahan yang dibutuhkan di hari keempat
PSDP.
Hari
keempat yang kami jalani dalam masa PSDP, CaMa – CaMi dipandu oleh senior untuk
senam pagi, seorang dari teman kami memandu senam pada pagi itu. Setelah senam
berakhir, kami mendengarkan arahan selanjutnya dari panitia. Kami mendengarkan
arahan dari Bapak Alexander selaku Direktur baru di AKPAR Medan. Setelah Bapak
Direktur selesai memberikan arahan, CaMa – CaMi menyampaikan salam PMSP dengan
lirik :
“Akpar Medan,, Akpar Medan, Akpar Medan Kampusku
Tempat ku belajar dan menuntut ilmu
Demi Akpar Medan kami bangun pagi
Tidak lupa mandi pakai minyak wangi
Soal penampilan itu sudah pasti
Soal setia kawan itu harga mati.
HORAS !!! NJUAH – JUAH !!! YAHOWU !!! AHOY !!! (menjulurkan lidah)
Awalnya, saya
merasa lebih rileks dan tidak terlalu khawatir dengan PMSP ini karena saya juga
pernah menjadi seorang Panitia MOS (Masa Orientasi Siswa) di jenjang SMA dan
telah melewati dua tahap PSDP yaitu LDFD dan ESQ. Ternyata apa yang kami
pikirkan tidak sesuai dengan kenyataan. “Mulai Hari ini hak anda semua
dicabuuutttt!!!!” tegas panitia. Panitia mencabut hak kami dan diambil alih
oleh para senior yang menjadi panitia PSDP. CaMa – CaMi siap untuk dibina oleh kakak dan abang senior,
tiba-tiba, “tundukkkkkk tundukkkkkkk!!!!” Teriakan demi teriakan dari puluhan senior, bunyi dari
pukulan kaleng dan botol mineral bekas terngiang tak beraturan di telinga, bentakan demi bentakan di
lontarkan
untuk melatih mental kami yang belum seberapa yang sering di sebut dengan
mental tempe.
Cama -
CaMi digolongkan sesuai kelompok baru yang telah dibagikan sehari sebelum PMSP,
“Labuhan Bajo” adalah nama kelompok yang saya tempati, tentu saya harus berbaur
dan menyesuaikan diri dengan mereka.
Hari – hari pun harus kami lalui dengan kesabaran
serta keiklasan yang cukup mendalam, karena
di gerogoti
dengan kata - kata
tajam yang menusuk dan
kadang membekas
di hati. Selama
tiga hari PMSP berturut – turut CaMa –
CaMi ditugaskan untuk mencari bahan – bahan yang sulit untuk ditemukan dan kami
tidak mengerti untuk apa bahan – bahan itu digunakan, walaupun pulang sore kami
harus tetap mencari bahan – bahan yang ditugaskan panitia, kebetulan saya dan
teman satu kos dengan saya tinggal di daerah pancing, karena bahan sulit
ditemukan kami mencari ke daerah – daerah yang lumayan jauh tanpa memikirkan
untuk pulang yang penting bahan - bahan yang dicari tercapai dan akhirnya kami
menemukannya juga, karena jika bahan tidak lengkap akan mendapatkan punishment
(hukuman). Tetapi walau begitu, panitia hanya melihat perjuangan dan team work
dari setiap calon mahasiswa/i.
Setelah menemukan apa yang dicari walau pun ada
sebagian kecil yang
tidak
sesuai dengan yang ditugaskan,
kami pulang tanpa melihat waktu sehingga terkadang jam tidur pun
berkurang. Hal
ini mengajarkan kami
untuk melakukan sesuatu
hal dengan iklas dan tidak mudah putus asa.
Tidak hanya perjuangan
dalam hal - hal tersebut, setiap harinya juga kami
harus sampai di
kampus sebelum pukul 07.00. Namun
jika kita datang
lebih awal ke kampus, di situ
lah saatnya kita dapat beristirahat sejenak. Tidur telentang dan menikmati alunan musik
sembari menunggu
CaMa – CaMi yang belum hadir adalah suatu kesempatan yang sungguh
berharga saat itu. Akan
tetapi,
surga itu tidak berlangsung lama yang kemudian berubah bagaikan neraka lagi. “Berdiri,
jongkok, telentang, jongkok, berdiri” teriak panitia. Hal – hal seperti inilah
yang menjadi sebagian dari senam pagi setiap harinya.
“Goyang
goyang goyang,,,
Goyang
kiri kanan
Kalau tidak
goyang nanti
bisa masuk angin sayang”
Lagu diatas
adalah lagu yang dinyanyikan dalam posisi duduk, menyilang tangan di telinga
sambil bergoyang ke kiri dan ke kanan. Bukan hanya lelah dan bosan, bahkan mata
kaki pun hitam akibat goyang ke kiri dan ke kanan (hehehe).
Waktunya
makan siang, CaMa - CaMi
hanya ditugaskan membawa peralatan makan saja (sendok, piring plastik,
cup aqua) karena makanan dan minuman disediakan oleh panitia. Namanya juga
makan siang pasti rasanya nikmat, karena disitulah kita beristirahat sejenak
tanpa siksaan dan untuk memulihkan kembali tenaga yang telah terkuras. “Yang
membawa peralatan makan angkat ke atas!” tegas para panitia, sembari para panitia memeriksa peralatan
makan tangan pun pegal. Peralatan makan yang tidak sesuai dengan yang ditentukan
pun langsung ditahan dan pastinya mereka mendapatkan hukuman. Setelah menikmati
makan siang, CaMa – CaMi beristirahat sejenak kurang lebih tiga puluh menit. Selepas
istirahat kami diarahkan untuk beribadah, bagi kaum muslim diarahkan ke mesjid.
Kembali
beraktivitas, CaMa – CaMi duduk sesuai kelompok masing – masing, kembali
bergoyang dan sesekali disuruh meminum aqua sampai
akhirnya dua
botol aqua pun habis. Berbagai games dan gerakan yang membuat tubuh semakin
lelah tetapi akan semakin seru jika dinikmati dan dengan adanya tem work (kerja
sama tim) yang baik. “Tunjuk lantai, berputar, terus berputar” tegas panitia.
Itu adalah suatu hal yang sangat menyebalkan, saat berputar sambil menunjuk
lantai keringat bercucuran dan kepala terasa pusing. Ingin berkata – kata tetapi
apa boleh buat, ini hanyalah sebuah tantangan untuk melatih fisik dan mental. Ingin
rasanyat hal
itu cepat -
cepat berlalu dan menjadikannya sebuah
kengangan yang tak terlupakan dan tidak ingin terulang kembali.
Hal
seperti itulah yang kami lalui dengan penuh perjuangan selama satu minggu.
Sampai akhirnya tibalah hari terakhir pada tanggal 5 Agustus 2017. Perasaan
lebih baik dari hari – hari sebelumnya karena ini adalah hari terakhir untuk
mengikuti PSDP. Kegiatan yang dilakukan sama seperti hari – hari sebelumnya,
akan tetapi ada yang special Karena salah seorang dari dosen sedang berulang
tahun pada hari itu. Kami merayakan acara ulang tahun ibu dosen tersebut dengan
menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Setiap CaMa – CaMi diberikan satu potong
pudding oleh panitia, aroma dari puding yang membuat tidak sabar untuk
menyantapnya. “1..2..3.. silahkan dimakan pudingnya” dan akhirnya zonk. Puding
yang aromanya sedap ternyata memiliki rasa yang sungguh tidak enak. Awalnya
saya sudah menduga bahwa pudding tersebut tidak enak, maka saya memakannya tanpa
mengunyah sedikitpun ( langsung ditelan ), akan tetapi teman – teman saya yang
lain kesusahan untuk menelan puding yang sebesar tahu tersebut.
Ada
makanan tentunya ada minuman juga, CaMa – CaMi dibagikan minuman berwarna air
keruh yang sama sekali tidak menarik. Rasa pahit dari puding semakin terasa di
lidah dan tanpa berpikir kami langsung meminum air yang dibagikan kepada setiap
CaMa – CaMi, ternyata sama saja rasanya pahit. Akan tetapi, itu hanyalah
minuman penambah daya tahan tubuh.
Kegiatan
– demi kegiatan telah kami lalui sehingga sampailah pada penghujung acara. Ada
sesuatu yang janggal karena panitia mengumumkan bahwa kegiatan PSDP ditambah
satu hari yaitu pada hari minggu. Tugas yang diberikan pun lebih berat lagi
seperti mencari durian sebanyak sepuluh kilogram, kepiting betina, kelapa dan
jambu mente yang dicangkok, berfoto di latar hotel. Semua CaMa – CaMi terkejut
mendengar hal itu.
Seketika Bapak
Alexander Reyaan, MM selaku Direktur memberikan arahan kepada CaMa – CaMi AKPAR
MEDAN. Beliau mengatakan bahwa CaMa – CaMi telah disahkan sebagai Mahasiswa dan
Mahasiswi AKPAR MEDAN Tahun Ajaran 2017/2018.
Keadaan
seketika berubah drastis, karena pengumuman tak terduga yang disampaikan tadi
hanya dilakukan sebagai surprice. Sebagai penutupan seluruh mahasiswa/i membuat
acara api unggun di malam hari itu diikuti dengan musik yang meriah.
Dari
Pengalaman diatas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa kegiatan tersebut
bukanlah sekedar formalitas, namun sangat mempunyai manfaat yang besar nantinya
bagi setiap mahasiswa. Seperti meningkatkan kedisiplinan kerja, disiplin waktu,
meningkatkan mental, membangun sikap (attitude) yang baik, meningkatkan
kemampuan (skill) dan pengetahuan (knowledge) setiap mahasiswa sebagai bekal
kesuksesan di masa depan. Skill, Knowledge dan Attitude harus sejalan, karena
skill dan knowledge tanpa attitude sama dengan nol. Namun perlu diingat, segala
sesuatu akan berjalan dengan lancar saat kita mengutamakan attitude.
Salam hangat dari penulis
Anissa Carolina Sirait
MTH III/1A
#diesnatalisakparmedan26


